Cangkir dan Pilihan Hidup

Salam Tahu Beton,
   Halo teman-teman, kali ini saya akan kembali membahas tentang sesuatu yang sepertinya tidak penting. Semoga tetap berfaedah ya. Bahasan kali ini menyangkut tentang cangkir, khususnya cangkir yang ada pegangan atau holder-nya.
   Banyak sekali ragam bentuk dan desain cangkir saat ini. Mulai dari artistik hingga yang bertema animasi. Selain enak dilihat dan dipajang, mungkin bagus juga dipakai untuk bergaya dan swafoto sambil ngopi, terus langsung upload di medsos. Biar kece dan instagramable ya.



   Pernahkan teman-teman perhatikan, biasanya cangkir yang ada pegangannya digunakan untuk menghidangkan minuman hangat atau panas. Kira-kira alasannya apa ya? Apakah membuat nyaman untuk memegang cangkir dan menikmati kopi di dalam cangkir. Mmm sruputt sruputt.. Eits hati-hati ya teman, jangan-jangan masih panas.
   Saat teman-teman dihidangkan minuman dengan cangkir, biasanya apa yang dilakukan? Pasti ada yang memegang handle cangkir dan langsung menyeruput minuman didalamnya, dan kadang kaget karena bibir bertemu dengan minuman panas. Kalau sudah begitu biasanya ada yang mengumpat kesal atau diam seribu bahasa karena "jaim" sudah terburu-buru minum minuman panas. Kasihan ya. Tetapi ada juga orang yang berbeda dengan teman kita yang bibirnya terbakar tadi. Ada orang yang ketika dihidangkan minuman, memegang badan cangkir sehingga suhu minuman sedikit terdeteksi lewat sentuhan tangan. Dan apabila masih terasa panas ditangan, maka akan ditunggu atau ditiup sampai terasa hangat atau dingin. Sehingga kemungkinan bibir terbakar menjadi lebih kecil. Tapi pegangan cangkir ini tetap berguna kok teman-teman, khusunya untuk mengangkat cangkir ketika akan diminum.

   Dari cara memegang cangkir pertama kali tadi, ada sebuah filosofi yang saya sebut sebagai filosofi cangkir. Filosofi ini tentang bagaimana menentukan pilihan ataupun tindakan dalam hidup. Kadang kita disuguhkan kopi panas dalam hidup dengan cangkir ber-gagang. Kopi panas di sini adalah tujuan-tujuan dalam hidup. Kita dibebaskan untuk menyeruput kopi panas ini, yang berarti kita dibebaskan untuk meraih tujuan yang kita harapkan tanpa ada yang membatasi. Gagang pada cangkir kita maknai sebagai teman yang bisa diandalkan dalam meraih tujuan hidup, karena kita percaya bahwa gagang cangkir membantu kita dalam menyeruput kopi nikmat. Hal ini tidak ada salahnya. Namun kadang kita lupa bahwa teman terhebat adalah diri kita sendiri. Karena seperti memegang badan cangkir sebelum meminum isinya, tangan memberitahu bahwa kopi didalam cangkir sudah cukup hangat untuk dapat diminum atau belum. Kita kadang tidak sadar bahwa terdapat kemampuan hebat dalam diri kita masing-masing. Dalam hal ini, kita sendiri harus menyadari dan mempelajari tujuan kita yang sebenarnya. Kapan momen yang tepat untuk meraih tujuannya. Apakah kita sudah siap dengan segala kemungkinan dalam tujuan hidup kita. Dan hal itu hanya bisa dijawab oleh diri kita sendiri. 
   Bila memang kita sudah yakin dengan tujuan (kopi sudah terasa hangat ditangan) dan konsekuensinya, maka kita butuh support  (gagang cangkir) dari orang-orang terdekat untuk memulai menggapai tujuan hidup kita (kopi hangat nikmat spesial).

   Ya begitulah teman-teman sekilas tentang filosofi cangkir dari saya. Semoga dapat memberi motivasi buat teman-teman. Paling tidak untuk menghilangkan kepenatan sambil membaca, minum kopi atau coklat hangat. Sruputt sruputt...
   Tetap semangat teman-teman semua. Salam Tahu Beton.
   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filosofi Tahu Beton

Ikan Pleco dan Adaptasi Super